Jumat, 28 Desember 2012

SPESIFIKASI PROSES (PROCESS SPECIFICATION)

Posted by Unknown On 00.55 No comments

Ada berbagai macam tools yang dapat kita gunakan untuk menghasilkan suatu spesifikasi
proses: tabel keputusan, Bahasa Inggris terstruktur, pre/post condition, flowcharts, diagram Nassishneiderman,
dan lain sebagainya. Sedangkan kebanyakan analisis sistem mengarah ke Bahasa
Inggris terstruktur, anda harus ingat bahwa setiap metode dapat digunakan, selama hal tersebut
memuaskan dua keadaan penting:
1. Spesifikasi proses harus ditampilkan dalam suatu bentuk/form yang dapat diverifikasi oleh
user dan sistem analis. Kondisi ini tepat untuk alasan ini, dimana kita mengurangi paparan
Bahasa Inggris sebagai sebuah alat spesifikasi: hal ini dikenal sebagai ambigu, khususnya
apabila menggambarkan tindakan (keputusan) alternatif dan tindakan berulang (loops). Secara
alami, hal tersebut juga cenderung menyebabkan kebingungan yang sangat ketika
mengekspresikan bagian-bagian kondisi Boolean (misalkan kombinasi dari operator Boolean
AND, OR dan NOT).
2. Spesifikasi proses harus ditampilkan dalam suatu bentuk/form yang dapat
mengkomunikasikan secara efektif berbagagai keterlibatan berbagai latar belakang pendengar.
Sedangkan hal tersebut akan menjadi tipe dari analis sistem yang menuliskan spesifikasi
proses, hal tersaebut biasanya menjadi bermacam-mcam pendengar dari para pengguna,
manager, auditor, personil quality assurance, dan lainnya yang membaca spesifikasi proses.
Suatu proses spesifikasi diharapkan dapat ditampilkan dalam perhitungan yang dapat
diprediksi, atau dalam pascal, atau dalam pendekatan format diagram seperti software use-it;
tetapi jika komunitas user menolak untuk melihat pada beberapa spesifikasi, mereka adalah
tidak berharga.
77
Spesifikasi Proses berfungsi mendeskripsikan tahapan yang dilakukan untuk
mentransformasikan input menjadi output. Bentuk penyajian spesifikasi proses adalah sebagai
berikut :
No Proses : menyatakan nomor proses
Nama Proses : menyatakan nama proses
Deskripsi : penjelasan tujuan proses
Source Data
(menyatakan sumber data input menuju
proses)
(menyatakan isi data yang masuk ke proses)
Destination Data
(menyatakan tujuan data output dari
proses)
(menyatakan isi data yang keluar dari proses)
Logika proses
(menyatakan algoritma dari proses)
Structured english (SE) merupakan alat yang cukup efisien untuk menggambarkan suatu
algoritma. Pseudoode merupakan alternatif dari structured English. SE mirip dengan pseudocode,
karena kemiripan ini, maka SE dan psedocode sering dianggap sama.
Pseudo berarti imitasi/mirip atau menyerupai dan code menunjukkan kode dari program, berarti
pseudocode adalah kode yang mirip dengan instruksi kode program yang sebenarnya. Pseudocode
akan memudahkan programmer untuk memahami dan menggunakannya, karena mirip dengan
kode-kode program sebenarnya. Pseudocode lebh terinci dibandingkan dengan SE, seperti
menjelaskan juga tentang pemberian nilai awal dari suatu variabel, membuka dan menutup file,
subscript atau tipe-tipe data yang digunakan (misalnya real, integer, Boolean) yang tidak
disebutkan di SE.
Tidak ada satu alatpun yang sempurna untuk semua situasi. Demikian juga dengan SE dan
pseudocode yang kurang baik untuk menggambarkan algoritma yang banyak mengandung
penyeleksian kondisi atau keputusan (decision). Bagan alir (flowchart), tabel keputusan (decision
table) dan pohon keputusan (decision tree) merupakan alat yang lebih baik untuk menggambarkan
keputusan yang kompleks. Akan tetapi dalam beberapa proses yang harus didokumentasikan
sebaliknya haruslah tidak terdiri dari proses-proses yang kompleks, cukup terdiri dari operasioperasi
keputusan dan perulangan yang sederhana. Hal ini tidaklah mengherankan, karena proses
secaara logika yang digambarkan secara terstruktur haruslah mudah dipahami dan dibentuk dengan
bentuk struktur yang macamnya sedikit. Sedikitnya struktur ini menyediakan basis untuk
pemrograman terstruktur, yang akan memberikan efektivitas dalam hal kesederhanaan dan
standardisasi.

0 komentar:

Posting Komentar